Baca Berita

Terima Kasih Pak Doktor Eri, Terobosanmu di Kejari Bone Selalu Dikenang

Oleh : kejaribone | 26 Agustus 2020 | Dibaca : 179 Pengunjung

Terima Kasih Pak Doktor Eri, Terobosanmu di Kejari Bone Selalu Dikenang

BONE, RAKYATSULSEL.CO – Pucuk pimpinan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bone berganti, dari Dr Eri Satriana SH MH ke Plt Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bone Jaka Mulyana, SH, MH.

Pergantian tersebut tentu meninggalkan banyak kesan, apalagi Dr Eri selama menjadi Kajari Bone (hampir setahun lamanya) banyak memberikan pemahaman hukum kepada masyarakat dan selalu mendapat undangan pencerahan/sosialisasi hukum kepada setiap instansi.

 

Dikepemimpinannya sebagai Kajari Bone, Dr Eri menerapkan transparansi, akuntabilitas dan profesionalisme. Prinsip itulah yang kini menjadi dasar pegangan maupun pedoman bagi masyarakat Kabupaten Bone dalam hal penegakan hukum.

Dr Eri lebih banyak melakukan pencegahan dan melakukan penindakan berimbang, dengan alasan bahwa apabila masyarakat atau siapapun diberikan pencerahan hukum dan memahami atau mengenal hukum tersebut maka dengan sendirinya akan menghindari permasalahan yang berakibat sanksi hukum.

Dihadapan jurnalis, Dr Eri mengemukakan bahwa waktu itu alur kehidupan dan merasa beruntung pernah dinas di Bumi Arung Palakka dan mengenal wartawan di Kabupaten Bone.

Ia pun sedikit bercerita sejak awal keberadaannya di Bumi Arung Palakka (sebutan lain Kabupaten Bone). Seiring dengan turunnya hujan dan suasana yang menenangkan, memori saat pertama kali menjejakkan kaki di bumi Arung Palakka menjadi teringat.

 

Jumat siang, 11 Oktober 2019 masih teringat jelas ketika mobil yang membawa langkah kakinga yang gontai ini melewati gapura bermahkotakan songkok recca kala itu. Sendiri tak berkawan dan tak bersaudara dengan siapapun.

Dr Eri mengakui selama 8 (delapan) provinsi penugasan, inilah kota dengan jarak terjauh dari bandar udara utama. Indonesia sangat luas, yakni Kabupaten Bone.

Kesan pertama yang ada hanyalah kehangatan dan keramahan. Seluruh pimpinan daerah dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), para tokoh masyarakat, awak media, dan ditemani para jaksa dan pegawai Kejaksaan Negeri Bone beserta dengan cabang melemparkan senyumnya.

“Awal ketika melaksanakan tugas penegakan hukum, sebagai seorang pimpinan yang harus mengedepankan sikap adaptif saya mulai mengamati apa yang sedang terjadi dalam dinamika di masyarakat. Meskipun lengkap rasanya sudah dilalui semua jabatan dalam Eselon III yang pernah diampu, namun penugasan kali ini memiliki kesan khas tersendiri,” tutur Dr Eri.

 

Suatu paradigma baru yang harus ada, pencegahan lebih baik daripada penindakan sesuai dengan politik hukum pemerintah dibidang hukum (Inpres No.1 tahun 2016 ).

“Etos ini saya coba lontarkan dan sampaikan dalam tataran manajerial yang mana menjadi tugas dan tanggung jawab yang saya ampu kepada internal dan eksternal,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, selain paradigma pencegahan dan penindakan berimbang, terdapat suatu pandangan kendala di mata masyarakat, di mana aparat penegak hukum sering dianggap sebagai sosok yang ditakuti bahkan berkomunikasi saja sulit maka saya coba untuk mengajaknya berdialog memulainya dalam berbagai diskusi dengan siapapun elemen masyarakat.

“Ternyata citra aparat penegak hukum kala itu masih tidak sehangat sambutan yang saya terima. Beberapa kali teman-teman dari Lembaga Swadaya Masyarakat, Organisasi Massa, maupun Mahasiswa mengajukan aspirasinya dalam unjuk rasa yang ditujukan kepada kami. Namun di lain hal ini memiliki arti positif, warga Bone sangat kritis akan kebijakan pemerintah khususnya dalam penegakan hukum,” tambahnya.

Masyarakat Bone yang positif, hal ini terlihat dalam beberapa diskusi dengan rekan rekan media, LSM dan sarjana hukum yang menjadi aktivis bahkan beberapa mahasiswa pasca sarjana tempat saya mengajar di Bone dalam bertanya berbagai hal tentang hukum, ini semakin menguatkan hati saya di tengah pikiran dan langkah yang gontai tadi.

 

“Cara berpikir filosofis inilah yang akhirnya mengakrabkan saya dengan teman-teman LSM, wartawan, dan aktivis tanpa mengganggu peran dan kewenangan masing-masing dengan cara saling menghormati. Sungguh terasa membahagiakan membuat saya semakin betah di bumi Arung Palakka ini. Saya banyak belajar dan terus belajar,” tuturnya lagi.

“Mari kita saling mengingatkan dan saya memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada hal-hal yang tidak berkenan yang saya perbuat tanpa saya sengaja dan salam hormat dan maaf saya kepada segenap teman-teman wartawan dan masyarakat Kabupaten Bone serta saya berterima kasih atas bantuannya selama saya bertugas di Kabupaten Bone,” pungkasnya.

Sejak menjadi Kajari Bone, Dr Eri tidak henti-hentinya memberikan pemahaman dan pencerahan hukum sehingga membuat sebagian besar masyarakat Kabupaten Bone berani bersuara dalam hal penegakan hukum terlebih kinerja para jaksa di Kejari Bone.

 

“Waktu bersama terasa singkat, namun keterbukaan informasi dari Dr Eri Satriana dalam penegakan hukum di Kejari Bone tak mungkin terlupakan. Dr Eri Satriana membuka akses seluas-luasnya dalam mengkritisi kinerja para jaksa di Kejari Bone dalam era kepemimpinannya. Kita berharap, Kajari Bone berikutnya setidaknya dapat mempertahankan hal tersebut. Selamat jalan pak Doktor, pencerahan hukummu menjadi bekal bagi saya,” ujar salah seorang masyarakat yang tidak ingin dimediakan namanya.

Kini Dr Eri Satriana SH MH, bertugas di BPKP Pusat dengan jabatan eselon II. (Enal)

 

Sumber : rakyatsulsel.co


Oleh : kejaribone | 26 Agustus 2020 Dibaca : 179 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Bagaimana Penilaian Anda Terhadap Website www.kejari-bone.go.id?